Renungan Pagi 31 JULI 2020 Oleh Vicar Pdt. Ermawati Pasaribu, S.Th
Thema : PENYERTAAN YANG KEKAL
Berkatalah Esau: “Apakah maksudmu dengan seluruh pasukan yang telah bertemu dengan aku tadi?” Jawabnya: “Untuk mendapatkan kasih tuan.”Kejadian 33:8
“Mengasihi, mengasihi lebih sungguh; Tuhan lebih dulu mengasihi kepadamu… Mengampuni, mengampuni lebih sungguh; Tuhan ebih dulu mengampuni kepadamu…
Kutipan syair lagu di atas tentu saja tidak asing lagi ditelinga orang-orang kristen. Saya dapat pastikan juga saudara juga pernah menyanyikan lagu ini, apalagi saat merasa dihianati atau disakiti oleh seseorang. Jika dilihat dari makna lagu ini, kita diajarkan bagaimana cara menyikapi sebuah penghianatan menjadi kasih, sekaligus mengajak dan mengajarkan untuk kembali mengingat bagaimana pengampunan dan kasih yang telah diberikan Tuhan kepada kita, sebab Tuhan-lah terlebih dahulu mengampuni dan mengasihi manusia.
Nats kita pagi ini, adalah mengingatkan tentang kisah Yakub dan Esau. Sebelumnya di kejadian 27, dijelaskan bahwa Yakub menghianati Esau, dengan menyerobot berkat dari sang Ayah, yang seharusnya milik Esau. Inilah yang membuat Esau murka terhadap adiknya dan berniat untuk membunuh Yakub. Sebelum semua itu terjadi, Yakub terlebih dahulu sudah mengetahui rencana tersebut dan ia pun lari ke mesopotamia. Ternyata murka Esau terhadap adiknya tidak selamanya. Di Kejadian 33:!-17 ini dijelaskan bahwa Esau telah menerima adiknya. Esau telah mengampuni kesalahan Yakub dimasa lalu. Meskipun Yakub sangat ketakutan ketika akan bertemu Esau, sampai-sampai menawarkan hartanya sebagai hadiah kepada Esau, namun Esau menolak semua hal tersebut. Atas sikap Esau tersebut, Yakub seolah melihat wajah Allah sendiri, yaitu keajaiban anugerah Allah dalam sikap Esau yang bersedia menerima dia kembali sebagai adik (9-10).
Saudaraku, Firman Tuhan ini mengajak kita kembali untuk merenungkan tentang pengampunan yang telah Tuhan berikan dalam hidup ini. Tuhan memberikan pengampunan dan mengasihi orang berdosa, temasuk kita yang sering menghianatiNya. Tuhan sangat mengkehendaki agar kita tidak membalaskan dendam kepada orang yang telah menyakitimu, sebab dalam firman Tuhan Lukas 6:28, berkata:“…kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membencimu”. Marilah belajar dari pengalaman Esau yang memberikan pengampunan dan kasih kepada Yakub yang telah menghianati dirinya.
Tidak ada komentar